Palembang, SriwijayaPlus.id – Di balik hiruk pikuk kota yang terus bergerak, Palembang tengah bersiap menyambut hari istimewa: HUT ke-1343 pada 17 Juni 2026. Namun, tahun ini ada yang berbeda.
Bukan pesta meriah dengan panggung gemerlap, melainkan sebuah perayaan yang lebih sederhana—dengan ruh kebersamaan, religiusitas, dan edukasi yang ingin benar-benar dirasakan masyarakat.
Sekretaris Daerah Kota Palembang, Aprizal Hasyim, menegaskan bahwa esensi peringatan kali ini bukanlah seremoni semata.
“Nilainya ada pada kebersamaan, religiusitas, dan dampak langsungnya,” ujar Sekda Palembang kepada media.
Waktu persiapan yang hanya dua bulan membuat seluruh camat diminta bergerak cepat. Koordinasi lintas sektor harus terjalin, agar setiap agenda HUT Palembang berjalan efektif.
Dan dari sekian banyak kegiatan, satu ikon paling menonjol adalah khataman Al-Qur’an massal. Sebanyak 1.343 santri dari berbagai pondok pesantren akan duduk bersama, melantunkan ayat suci, selaras dengan usia Kota Palembang.
Tak berhenti di ranah spiritual, wajah kota pun akan ikut berubah. Gerakan pengecatan massal di sepanjang jalan protokol, trotoar, hingga ruko di kawasan Jalan Sudirman akan memberi nuansa baru. Lebih dari sekadar memperindah, langkah ini menjadi simbol kesadaran kolektif warga menjaga kebersihan dan estetika kota.
Di sisi lain, kreativitas masyarakat juga diberi ruang. Melalui sayembara desain logo HUT ke-1343, Palembang mengajak warganya menciptakan identitas visual yang merepresentasikan semangat Bumi Sriwijaya hari ini.
Aprizal menekankan, minggu depan seluruh konsep harus sudah matang—jumlah peserta, lokasi, hingga teknis pelaksanaan. Semua OPD pun diminta berperan aktif, memastikan kebersihan, ketertiban, dan kenyamanan kota selama rangkaian acara.
Dengan konsep yang membumi, HUT ke-1343 bukan sekadar peringatan tahunan. Ia menjadi momentum untuk memperkuat karakter religius, mempererat kebersamaan, dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap Palembang. Sebuah perayaan yang sederhana, namun sarat makna—seperti denyut nadi kota yang terus berusaha menyatu dengan warganya.







