Strategi Perencanaan Investasi dan Keuangan Saat Harga Emas dan Saham Fluktuatif

oleh
oleh

SriwijayaPlus.id – Gejolak geopolitik di Timur Tengah tampaknya belum ada tanda-tanda akan usai.

Nah untuk itu butuh Strategi Perencanaan Investasi dan Keuangan Saat Harga Emas dan saham fluktuatif.

Diolah dari berbagai sumber, para perencana keuangan menegaskan bahwa menilai fluktuasi harga emas maupun IHSG merupakan hal yang wajar dan akan selalu terjadi dari waktu ke waktu.

Pergerakan harga dalam jangka pendek tidak seharusnya dijadikan dasar utama dalam mengambil keputusan investasi jangka panjang.

BACA JUGA:  PLN Berhasil Amankan Pasokan Listrik Nasional Saat Salat Idulfitri 1447 H

Soalnya kedua instrumen memiliki karakteristik volatilitas harian, mingguan, bulanan, hingga tahunan.

Dalam suatu wawancara, perencana keuangan Mike menyebut bahwa tren jangka panjang tetap menunjukkan peningkatan nilai, baik pada saham maupun emas.

“Ada potensi investment growth  dalam jangka panjang, meski dalam jangka pendek terjadi fluktuasi,” ujarnya.

Mike menekankan pentingnya strategi investasi berbasis tujuan keuangan dan profil risiko.

BACA JUGA:  PLN Peduli Bangun Sekolah di Banyuasin dari Program CSR

Diversifikasi portofolio menjadi langkah utama untuk meminimalkan risiko sekaligus mengoptimalkan imbal hasil.

Tak hanyanitu para investor sebaiknya menyiapkan alokasi saham domestik dan internasional untuk profil moderat, ditambah obligasi pemerintah maupun korporasi sebesar 20–30 persen, emas 10–15 persen, serta instrumen kas likuid sekitar 10 persen.

Sementara itu, menilai pelemahan harga emas global yang diiringi penguatan IHSG dan rupiah belum mengubah strategi investasi secara signifikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.