OKU, SRIWIJAYAPLUS.ID – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia (SDM), peningkatan literasi digital, serta pembinaan karakter menjadi kunci utama menghadapi perubahan zaman.
Penegasan tersebut disampaikan saat menghadiri Rapat Paripurna XIV DPRD Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-116 Kabupaten OKU Tahun 2026 di Gedung Kesenian Kabupaten OKU, Rabu (29/7/2026). Gubernur hadir didampingi Ketua TP PKK Provinsi Sumsel Hj. Febrita Lustia HD.
Mengawali sambutannya, Herman Deru menyampaikan ucapan selamat kepada Pemerintah Kabupaten OKU, DPRD Kabupaten OKU, dan seluruh masyarakat atas peringatan hari jadi ke-116. Ia berharap usia yang semakin matang menjadi dorongan untuk meningkatkan kualitas pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
Menurut Herman Deru, peringatan hari jadi harus dimanfaatkan sebagai momentum evaluasi terhadap perjalanan pembangunan. Berbagai keberhasilan perlu dipertahankan, sedangkan kekurangan harus menjadi bahan pembelajaran untuk memperbaiki kualitas pembangunan di masa mendatang.
“Hari ini kita hadir dalam puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten OKU. Momentum ini hendaknya menjadi sarana untuk melakukan refleksi, melihat kembali perjalanan yang telah dilalui, sekaligus memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Herman Deru menyoroti perubahan besar yang terjadi akibat perkembangan teknologi informasi. Masyarakat kini semakin mudah menyampaikan aspirasi, kritik, maupun keluhan melalui berbagai platform digital sehingga pemerintah dituntut semakin terbuka dan cepat merespons kebutuhan masyarakat.
“Era saat ini merupakan era keterbukaan. Masyarakat dapat menyampaikan aspirasi secara langsung melalui berbagai media. Karena itu, para pejabat dan aparatur sipil negara harus lebih responsif terhadap kemauan, kebutuhan, dan harapan masyarakat,” katanya.
Ia menegaskan bahwa seluruh aparatur pemerintah, termasuk unsur TNI dan Polri sesuai peran masing-masing, harus mampu membangun komunikasi yang baik dan menghadirkan pelayanan yang cepat, terbuka, serta berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Lebih lanjut, Herman Deru menekankan bahwa transformasi digital merupakan proses yang tidak dapat dihindari sehingga pemerintah harus mempersiapkan masyarakat agar mampu beradaptasi melalui peningkatan kualitas pendidikan, penguasaan teknologi, dan keterampilan.
“Transformasi dari sistem konvensional menuju sistem digital merupakan keniscayaan yang tidak dapat kita hindari. Peran manusia dalam beberapa sektor mungkin akan mengalami perubahan, tetapi kemampuan sumber daya manusia harus terus ditingkatkan agar mampu mengikuti perkembangan zaman,” jelasnya.
Ia menambahkan, peningkatan literasi digital harus menjadi perhatian seluruh perangkat daerah agar masyarakat tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu memanfaatkannya secara produktif dan bertanggung jawab.
“Pemerintah harus mempersiapkan masyarakat agar tidak tertinggal dalam menghadapi perkembangan teknologi. Literasi digital harus terus ditingkatkan sehingga masyarakat tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan,” tambahnya.
Selain penguatan kompetensi, Herman Deru mengingatkan pentingnya membangun ketahanan mental, akhlak, dan karakter masyarakat. Menurutnya, kemajuan teknologi tanpa diimbangi nilai moral akan menimbulkan berbagai persoalan sosial.
“Dalam masa transisi dan perubahan seperti saat ini, apabila mental kurang kuat dan akhlak tidak terbina dengan baik, maka kita akan menghadapi banyak persoalan dan mudah kewalahan dalam menyi








