PALEMBANG, SRIWIJAYAPLUS.ID – Saat melakukan kunjungan ke Kampung Al-Munawar, Gubernur Sumsel Herman Deru memberikan instruksi yang sangat jelas. Kampung Al-Munawar menjadi salah satu kampung yang punya nilai historis dalam terhadap kota Palembang khususnya.
Kampung yang berlokasi di Kelurahan 13 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II, Palembang dikenal sebagai salah satu objek wisata. Herman Deru menilai kawasan tersebut memiliki nilai sejarah dan budaya yang kuat sehingga perlu kembali dihidupkan melalui berbagai kegiatan yang dapat menarik minat wisatawan.
“Setelah sepuluh tahun lalu, tepatnya pada 2016 saat pertama kali diluncurkan melalui festival, saya melihat Kampung Wisata Al-Munawar perlu disentuh kembali dengan kegiatan ataupun festival,” ujar Herman Deru.
Mirisnya, saat peninjauan itu, Gubernur Sumsel juga menemukan sejumlah bangunan yang mulai mengalami kerusakan sehingga membutuhkan perbaikan agar kawasan wisata tersebut tetap terjaga.
Herman Deru juga mengaku telah berkoordinasi dengan Bank Indonesia sebagai salah satu pihak yang sebelumnya menjadi sponsor utama dalam pengembangan kawasan tersebut.
Selain sebagai kawasan wisata, Kampung Al-Munawar juga disebutnya sebagai simbol keberagaman di Palembang dan Sumatera Selatan. Kampung tersebut telah ada sejak tahun 1800-an dan dihuni oleh generasi keturunan yang tetap mempertahankan adat istiadat serta sejarah leluhur.
Untuk itu, Herman Deru berharap festival yang akan disiapkan oleh Disbudpar Sumsel dapat segera terlaksana, bahkan ditargetkan dapat digelar menjelang Idul Adha.
