PALEMBANG, SRIWIJAYAPLUS.ID – Mendekati puncak perayaan Idulfitri 1447 H, gelombang kendaraan berplat luar daerah mulai memadati jalan-jalan protokol di Bumi Sriwijaya.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengambil langkah cepat dengan menginstruksikan seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga Camat untuk berada dalam status siaga.
”Setelah saya berkeliling, volume mobil dari luar kota yang masuk ke Palembang sudah meningkat drastis. Ini bukan sekadar rutinitas, ini adalah tanggung jawab kita untuk memberikan kenyamanan bagi mereka yang pulang kampung maupun warga lokal,” ujar Ratu Dewa saat memberikan arahan, Rabu (18/03/2026).
Agar lebaran tahun ini berjalan kondusif, Wali Kota menetapkan 11 poin instruksi khusus yang menjadi mandat bagi seluruh jajaran.
1. Wajah Kota
Ikon wisata seperti Benteng Kuto Besak (BKB) dan Jembatan Ampera menjadi fokus utama. Satpol PP diperintahkan bertindak tegas namun tetap humanis terhadap gangguan ketertiban, mulai dari pengamen yang memaksa hingga praktik tukang tato liar yang meresahkan pengunjung.
2. Kendali Macet dan Lampu Jalan
Dinas Perhubungan (Dishub) diminta tidak hanya mengatur lalu lintas di pusat perbelanjaan, tetapi juga memastikan patroli lampu jalan (PJU). “Jangan sampai ada sudut kota yang gelap, karena kegelapan adalah undangan bagi tindak kriminalitas,” tegasnya.
3. Masalah Sampah
Volume sampah diprediksi melonjak. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) wajib memonitor TPS dan area perbatasan secara berkala. Instruksinya jelas: angkut segera, jangan biarkan sampah menumpuk dan merusak suasana lebaran.
4. Infrastruktur
Dinas PUPR dan Perkimtan diminta sigap menutup lubang jalan yang membahayakan pemudik serta memangkas pohon rawan tumbang. Selain itu, Ratu Dewa meminta Lampu Hias Ampera dan Tugu Air Mancur menyala sempurna untuk mempercantik wajah kota di malam hari. Spanduk liar pun tak luput dari perintah penertiban agar estetika kota tetap terjaga.
5. Siaga Cuaca
Mengingat curah hujan yang belum stabil, drainase harus dipastikan berfungsi optimal. Jajaran PU diminta waspada di titik-titik rawan genangan agar mobilitas warga tidak terhambat jika hujan deras mengguyur.
6. Penataan Pasar dan Ruang Publik
Kawasan favorit seperti Kambang Iwak (KI) dan pasar tradisional harus tetap tertata. PD Pasar dan Satpol PP wajib memastikan Pedagang Kaki Lima (PKL) serta parkir liar tidak “memakan” badan jalan yang bisa memicu kemacetan parah.
7. Pangan
Bekerja sama dengan BPOM, Dinas Perdagangan diminta turun ke lapangan mengawasi stabilitas harga dan memastikan tidak ada makanan kedaluwarsa yang beredar. “Warga harus merasa aman saat mengonsumsi pangan di pasar,” tambah Ratu Dewa.
8. Pelayanan Publik
Meski sebagian besar warga menikmati libur panjang, Wali Kota menegaskan bahwa pelayanan publik harus tetap berjalan prima. Koordinasi di bawah Sekretaris Daerah (Sekda) dan para Asisten akan diperketat melalui monitoring intensif.







