PALEMBANG, SRIWIJAYAPLUS.ID – Menghadiri HUT ke-24 Kabupaten Banyuasin, Gubernur Herman Deru memberikan pesan kuat kepada jajaran pemimpin daerah untuk selalu terbuka terhadap kritik sebagai bahan evaluasi.
Ia menegaskan bahwa pemerintahan yang kuat adalah pemerintahan yang benar-benar hadir melayani dan mampu membawa masyarakat menuju kesejahteraan yang lebih baik. Turut hadir Ketua TP PKK Provinsi Sumsel Hj. Febrita Lustia Herman Deru, Bupati Banyuasin Dr. H. Askolani, Wakil Bupati Neta India, jajaran Muspida Kabupaten Banyuasin, serta kepala OPD di lingkungan Pemprov Sumsel.
Rapat dipimpin Ketua DPRD Banyuasin Abdul Rais. Dalam sambutannya, Herman Deru menyebut usia ke-24 sebagai fase kematangan Banyuasin dalam menjalankan pemerintahan. Ia menekankan pentingnya menghadirkan pemerintah yang benar-benar melayani masyarakat.
“Di usia emas ini, Banyuasin harus semakin kuat sebagai pemerintahan yang benar-benar melayani dan membawa masyarakat menuju kesejahteraan sesuai cita-cita para tokoh pemekaran,” ujarnya.
Ia juga mengenang kondisi awal Banyuasin saat dimekarkan pada 2002 yang masih serba terbatas, bahkan aktivitas pemerintahan dilakukan di kantor kecamatan dengan fasilitas sederhana. “Dulu pemekaran ini seperti hanya di atas kertas. Namun hari ini kita melihat kemajuan yang luar biasa,” katanya.
Menurutnya, capaian tersebut tidak lepas dari kontribusi para pemimpin terdahulu yang telah meletakkan fondasi pembangunan, termasuk infrastruktur strategis seperti jalan lingkar.
Herman Deru turut menyoroti sektor pertanian Banyuasin yang berkontribusi besar terhadap posisi Sumsel sebagai salah satu penyuplai beras terbesar nasional.
“Banyuasin memiliki peran besar dalam peningkatan produksi yang berdampak pada peringkat provinsi secara nasional,” jelasnya. Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi dalam penanganan infrastruktur jalan, termasuk dengan perusahaan seperti Pertamina dan MedcoEnergi.
“Jika jalan digunakan bersama, maka tanggung jawabnya juga harus bersama,” tegasnya. Selain itu, ia mengingatkan agar pemerintah terbuka terhadap kritik serta menjadikannya sebagai bahan evaluasi.
“Kritik harus diterima dengan ikhlas. Ini bagian dari konsekuensi sebagai pemimpin,” ujarnya.
Ia juga mendorong peningkatan PAD melalui pelayanan publik yang optimal guna meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam membayar pajak. Di akhir sambutannya, Herman Deru mengajak seluruh pihak menjaga semangat kerja, meningkatkan efisiensi pembangunan, serta memastikan pelayanan publik berjalan optimal.








