Palembang, SriwijayaPlus.id – Ketua DPD HWDI Sumsel, Hikmah Meilana, berbagi pengalaman positif menggunakan Cindo Pads pembalut kain ramah lingkungan hasil kolaborasi dengan Women Crisis Center (WCC).
Hikmah menceritakan jika pembalut kain ini lebih nyaman, tidak menimbulkan lecet, dan jauh lebih praktis dibandingkan pembalut sekali pakai maupun pampers.
”Terlebih untuk saya ya. Saya kan duduk saja sehari-hari sehingga sangat rentan mengalami iritasi dan lecet jika menggunakan pembalut sekali pakai,” kata Hikmah saat loncing Cindo Pads bersama WCC, Bank Sampah Kenangan dan Kelompok CU Jaya Bersama, Kamis 8 Mei 2026.
Lebih dari sekadar solusi kesehatan reproduksi, kolaborasi HWDI–WCC juga membawa manfaat ekonomi nyata bagi anggotanya.
“Setidaknya bisa membantu untuk mengepulkan asap dapur kami,” ungkap Hikmah, menekankan bahwa Cindo Pads bukan hanya simbol inklusi, tetapi juga sarana pemberdayaan perempuan penyandang disabilitas.

HWDI Sumsel melihat Cindo Pads sebagai simbol gerakan inklusi: produk yang ramah lingkungan, ramah disabilitas, sekaligus membuka peluang usaha. Dengan dukungan WCC, program ini diharapkan mampu memperluas akses perempuan terhadap layanan yang aman, nyaman, dan bermartabat, serta mengurangi ketergantungan pada produk sekali pakai yang berdampak pada lingkungan.
Loncing Cindo Pads
Cindo Pads adalah inovasi pembalut kain ramah lingkungan yang dapat dicuci dan digunakan kembali, diluncurkan di Palembang pada 30 April 2026. Produk ini lahir dari kolaborasi Women Crisis Center (WCC) Palembang, HWDI Sumsel, Bank Sampah Kenanga, dan kelompok CU Jaya Bersama, dengan tujuan pemberdayaan perempuan sekaligus mengurangi limbah pembalut sekali pakai.
Peluncuran ini menjadi langkah nyata pemberdayaan perempuan sekaligus upaya mengurangi limbah pembalut sekali pakai yang sulit terurai. Cindo-Pads merupakan pembalut kain yang dapat dicuci dan digunakan kembali, terbuat dari bahan lambut yang aman untuk kulit dan nyaman digunakan sehari-hari.
Dalam kolaborasi ini, masing-masing mitra memiliki peran yang saling melengkapi. WCC Palembang berperan sebagai inisiator dan pendamping pemberdayaan perempuan, Bank Sampah Kenanga mendorong gaya hidup minim sampah atau zero waste, HWDI Sumsel melibatkan perempuan disabilitas dalam kegiatan produktif, sementara Kelompok Perempuan Jaya Bersama menjadi wadah produksi dan pengembangan usaha kain.








